Thursday, July 6, 2017

Dino Zoff, Kiper Legendaris Italia

Jika anda benar-benar pencinta sejati dunia sepakbola, tentu ada mengenal sosok kiper yang sangat legendaris, Dino Zoff merupakan sosok kiper terbaik dalam sejarah sepakbola khususnya di ranah Italia. Lahir pada 28 Februari 1942 di Gorizia, Italia, Zoff notabene memiliki tinggi yang jauh standar dari tinggi kiper-kiper pada umumnya. Tinggi Dino Zoff hanya 182 cm tergolong rendah dari tinggi rata-rata seorang kiper yang mencapai 187 cm bahkan ada yang mencapai tinggi diatas 190 cm. Meski begitu, Zoff mampu membuktikan bahwa dirinya patut diperhitungkan dalam jagat sepakbola mengingat gelar dan rekor yang ia raih. 

Di Tim Nasional Italia, Zoff memegang rekor clean sheet dalam waktu 1142 menit di turnamen internasional pada tahun 1972 dan 1974. Di kebersamaannya selama 19 tahun bersama Juventus, Zoff mencatatkan 6 kali gelar juara Serie A, 2 kali Coppa Italia dan 1 kali UEFA Cup, yang paling wahid, Zoff mampu menjadi pemain tertua yang mampu menjuarai Piala Dunia saat dirinya berusia 40 tahun 4 bulan dan 12 hari pada tahun 1982 mengikuti jejak Gianpiero Combi di tahun 1934. 
Dalam jagat sepakbola kemampuan Zoff dalam menjaga gawang sangat diperhitungkan dan mendapat tempat tersendiri di dunia sepakbola. Dengan 112 caps nya, Zoff sukses berada di urutan 5 besar sebagai pemain dengan penampilan terbanyak membela Tim Nasional Italia. Tak sampai disitu, selanjutnya Zoff juga mampu berada di posisi ke 5 dalam polling penerima Italy's Golden Player yang terpilih sebagai pemain emas Italia dalam 50 tahun terakhir.
Di tahun 1973, Zoff berada di posisi ke 2 Ballon d'Or saat ia nyaris meraih treble winner bersama Juventus. Di tahun 1999, Zoff masuk kedalam 47 Greatest Players of the Twentieth Century versi World Soccer Magazine’s. Dan di tahun 2004 nama Zoff masuk dalam 125 pesepakbola terbaik yang pernah ada.  
Setelah memutuskan pensiun dari dunia sepakbola, Zoff memutuskan untuk melanjutkan karirnya sebagai manager klub sepakbola. Zoff melatih mantan klubnya Juventus pada periode 1988 hingga 1990. Namun pada tahun 1990 Zoff dipecat meski saat itu berhasil mempersembahkan gelar Piala Eropa bagi La Vechia Signora, namun setelahnya Zoff berlabuh di Lazio dan menjadi presiden klub pada tahun 1994. 
Di tahun 1998 Zoff ditunjuk federasi sepakbola Italia untuk merombak sistem klasik Catenaccio milik Gli Azzurri. Zoff ditunjuk untuk merombak sistem tersebut menjadi lebih agresif dan tampil lebih menyerang. Di tahun 2000 akhirnya Zoff mampu menjawab tantang tersebut, dimana pada saat itu Zoff mampu membawa Italia menembus partai final Euro, namun di laga tersebut Italia harus puas saat dikalahkan secara dramatis oleh Prancis.
Beberapa hari pasca kekalahan tersebut, Zoff mengundurkan diri karena mendapat tekanan hebat dari Perdana Italia saat itu Silvio Berlusconi. Setelah mengundurkan diri, Zoff kembali ke Lazio namun mengundurkan diri saat musim 2000/2001 baru berjalan menyusul hasil buruk yang didapat klub tersebut. Pada tahun 2005, Zoff sempat muncul kembali dan melatih klub Fiorentina. Namun, setelah berhasil menyelamatkan Fiorentina dari zona degradasi, Zoff justru mundur dari kursi kepelatihan dan memutuskan untuk benar-benar berhenti dari dunia sepakbola.
Menjadi seorang pelatih, mungkin Zoff mencatatkan kisah yang kurang baik, namun sebagai pesepakbola Zoff benar-benar mampu menjadi sosok pemain yang diperhitungkan dan tidak bisa dipandang sebelah mata