Bagi pencinta sepakbola yang lahir di tahun 80 an sudah pasti tak asing lagi dengan nama Davor Suker. Kisah sukses striker kebanggan Kroasia di tahun 90 an ini diawali saat dirinya berusia 16 tahun, kala itu Suker bergabung dengan klub sepakbola kampung halamannya, NK Osijek. Membela Osijek selama 5 tahun ternyata bukan menjadi hal yang sia-sia bagi Suker, pasalnya dia berhasil menjadi top skorer di dalam klub lokal tersebut. Suker berhasil menorehkan 40 gol dari total 91 laga yang dilaluinya bersama Osijek. Dari prestasinya itu, Suker lantas mendapatkan kesempatan untuk mengisi tempat kosong di Tim Nasional Junior Yugoslavia yang kala itu akan berlaga di Piala Dunia Junior tahun 1987. Pesepakbola kelahiran 1 Januari tahun 1968 ini berhasil mencatatkan 6 gol dan dan membawa Yugoslavia menjadi kampiun dalam ajang tersebut.
Showing posts with label Legenda. Show all posts
Showing posts with label Legenda. Show all posts
Friday, August 11, 2017
Tuesday, August 8, 2017
Lothar Matthaus, Gelandang Serba Bisa Jerman
Nama Lothar Matthaus mungkin sudah tak asing lagi bagi para pencinta sepakbola, khususnya di ranah Jerman. Pemain kelahiran Erlangen, Jerman Barat, 21 Maret 1961 merupakan sosok pemain Jerman yang dikenal tampil banyak untuk tim nasional sepanjang masa. Dikenal sebagai pemain serba guna, Matthaus lihai dalam melakukan umpan perspektif, posisi akal, menekel lawan dan tembakan dahsyat. Selama menjalani karirnya Matthaus bisa dimainkan sebagai gelandang box to box dan juga sebagai sweeper.
Wednesday, August 2, 2017
Roy Keane, Manusia Dinamo Milik Setan Merah
Dalam sejarah Liga Premier Inggris, mungkin nama Roy Keane bisa dikatakan menjadi salah satu pemain yang paling mengerikan di kompetisi tertinggi negeri Ratu Elizabeth tersebut. Meski selama ini dikenal luas sebagai mantan kapten Manchester United, namun hal tersebut tak mampu membuat dunia mengetahui sosok seorang Roy Keane. Bahkan sejumlah pertanyaan sulit pun sering kali menyeruak di telingan fans United, yakni siapa yang lebih hebat antara Bryan Robson dan Roy Keane? Keduanya memang dikenal mempunyai sejarah masing-masing untuk Setan Merah. Namun siapa yang bisa melupakan sosok seorang Roy Keane? Keane yang dikenal ambisius memang mempunyai sepak terjang yang luar biasa. Berjuang secara mati-matian hingga menginspirasi rekan-rekannya, Keane kala itu berhasil mengalahkan tim papan atas Italia, Juventus di semifinal Liga Champions tahun 1999. Dalam laga tersebut Keane memperlihatkan semangat yang tak mungkin terkalahkan.
Tuesday, August 1, 2017
Ariel Ortega Si Keledai Argentina
Mendapat julukan El Burrito atau Si Keledai, Ortega telah bermain untuk banyak kesebelasan di sepanjang karirnya, seperti Newell's Old Boys, Parma, Valencia, Fenerbahçe hingga Sampdoria. Di kancah internasional sendiri, Ortega sudah tampil sebanyak 97 kali bersama Argentina dengan menorehkan 19 gol hingga memasuki tahun 2008. Prestasi yang cukup membanggakan lainnya adalah tampil di Piala Dunia 1994, 1998 dan 2002 serta mendapat medali perak di Olimpiade musim panas tahun 1996.
Friday, July 28, 2017
Ian Wright, Sang Legenda Arsenal
Para pecinta Liga Inggris pada kenal pada sosok yang menjadi legenda Arsenal yang satu ini. Ian Wright mengawali karier sepakbolanya di pertengahan tahun 80 an di klub Crystal Palace, ia menjadi sosok yang ditunggu penampilannya di lapangan hijau. Bersama dengan timnya, Wright mampu meraih prestasi yang membanggakan. Tak hanya itu saja, Wright menjamah dunia entertainment seperti menjadi pembawa acara dan penyiar radio, ia pun menulis berbagai buku biografi tentang dirinya.
Thursday, July 27, 2017
Rui Costa, Playmaker Hebat Liga Italia
Berbicara Liga Italia di tahun 1994 dan 1995, tifosi sebutan bagi fans Lega Calcio pasti sangat akrab dengan pemain yang satu ini. Berposisi sebagai pemain tengah, dirinya mampu menghipnotis dunia dan tampil brilian di liga terbaik dunia saat itu. Bahkan, kala itu dirinya disebut sebagai trequartista yang sempurna untuk membantu striker dalam menjebol gawang lawan, dialah Manuel Rui Costa.
Tuesday, July 25, 2017
Gianni Rivera Si Anak Emas Italia
Sekitar 73 tahun yang lalu sempat lahirnya seorang anak di Alessandria, Italia. Tak ada yang menandakan bahwa ia akan menjadi anak yang spesial pada saat kelahirannya. Namun siapa sangka anak yang bernama Gianni Rivera tersebut tumbuh menjadi salah satu pesepakbola terhebat sepanjang zaman. Dari umur 0-10 tahun, memang Rivera terlihat sama dengan anak-anak lain pada umumnya. Namun setelah dirinya mengenal sepakbola kala beranjak dewasa, hampir semua yang mengenalnya pun langsung memanggilnya dengan sebutan "Si Bocah Emas Italia". Disebut "Si Bocah Emas Italia" karena saat itu Rivera terlihat memiliki bakat dan kemampuan yang amat berlimpah dibandingkan anak-anak seusianya dalam dunia sepakbola.
Sunday, July 16, 2017
Juergen Klinsmann, Anak Tukang Roti Yang Menjadi Legenda Jerman
Jika mengingat sang ayah yang berprofesi sebagai tukang roti, tak ada yang menyangka jika Juergen Klinsmann kini menjadi salah satu legenda hidup Tim Nasional Jerman. Klinsmann juga merupakan salah satu mahasiswa yang lulus dari bidang bakery atau roti. Hal itu tentunya sangat berbanding terbalik dengan yang terjadi saat ini, ya Klinsmann memang tak begitu serius saat menjalani karirnya sebagai tukang roti, namun hal itu menjadi syarat bagi Klinsmann untuk menjadi pesepakbola. Sang ayah selalu menekankan jika Klinsmann sudah berhasil meraih sebuah profesi di bidang bakery, barulah dirinya diperbolehkan untuk menjadi pesepakbola profesional.
Saturday, July 15, 2017
Giuseppe Signori Sang Dewa Kidal Dari Italia
Selalu tampil konsisten di setiap laga, serta menjadi salah satu ujung tombak di sebuah klub tentu mampu menjadikan seorang pemain sepakbola sebagai cikal bakal seorang legenda tak terkecuali Giuseppe Signori.
Thursday, July 6, 2017
Dino Zoff, Kiper Legendaris Italia
Jika anda benar-benar pencinta sejati dunia sepakbola, tentu ada mengenal sosok kiper yang sangat legendaris, Dino Zoff merupakan sosok kiper terbaik dalam sejarah sepakbola khususnya di ranah Italia. Lahir pada 28 Februari 1942 di Gorizia, Italia, Zoff notabene memiliki tinggi yang jauh standar dari tinggi kiper-kiper pada umumnya. Tinggi Dino Zoff hanya 182 cm tergolong rendah dari tinggi rata-rata seorang kiper yang mencapai 187 cm bahkan ada yang mencapai tinggi diatas 190 cm. Meski begitu, Zoff mampu membuktikan bahwa dirinya patut diperhitungkan dalam jagat sepakbola mengingat gelar dan rekor yang ia raih.
Subscribe to:
Posts (Atom)








