Monday, May 15, 2017

Status The Special One Akan Dipertaruhkan Di Final Liga Eropa

Keberhasilannya membawa Porto menjadi penguasa Eropa tahun 2004 membuat Mourinho dengan percaya diri menjuluki dirinya sendiri dengan sebutan The Special One, hal itu ia lontarkan dalam sebuah sesi jumpa pers ketika pertama kali tiba di Chelsea.
Walau ucapannya bagi sebagian orang menunjukkan kesombongan, namun dalam perjalanan karier kepelatihannya Mou membuktikan bahwa dia memang seseorang yang special dalam dunia sepakbola. 
Kejeniusannya meramu taktik, membawa Mou menjadi juru taktik kelas wahid di dunia dan seakan-akan ia menjadi jaminan prestasi bagi klub yang dilatihnya. Tercatat ia sukses menjadi pelatih yang memberikan gelar juara liga bagi klub-klub yang diasuhnya di 4 kompetisi teratas Eropa!
Berikut ini adalah gelar-gelar yang dipersembahkan Mou di 4 kompetisi teratas Eropa :
1. FC Porto (Portugal)
Di Porto Mou sukses 6 gelar juara dengan torehan 2 kali juara Liga Portugal, 1 kali juara Piala Portugal, 1 kali juara Piala Super Portugal, 1 kali Juara Piala UEFA dan 1 kali juara Liga Champions.
2. Chelsea (Inggris)
Kesuksesan di Porto membuat Chelsea pada tahun 2004 tertarik mendatangkan The Special One. Di kesempatan pertamanya menukangi Chelsea, Mou sukses memberikan raihan 6 gelar yaitu 2 kali juara Liga Inggris, 1 kali juara Piala FA, 2 kali juara Piala Liga dan 1 kali juara Community Shield. Kegagalannya mengangkat Chelsea di level Eropa membuat para petinggi klub menyepakati untuk mengakhiri kerjasamanya dengan Mou.
Tahun 2013 Mou kembali ke Chelsea dan mempersembahkan 1 kali juara Liga Inggris dan 1 kali juara Piala Liga, total ia mempersembahkan 8 gelar bagi Chelsea.
3. Inter Milan (Italia)
Lepas dari Chelsea, Mou sempat menganggur beberapa bulan sebelum akhirnya dipinang Inter Milan. Di tahun pertama bersama Inter, Mou memberikan 2 gelar yaitu Juara Liga Italia dan juara Piala Super Italia. Barulah di musim keduanya, Mou memberikan sukses besar bagi inter dengan menorehkan treble winner yaitu Juara Liga Italia, Juara Piala Italia dan Juara Liga Champions. Total selama 2 musim menukangi Inter, Mou memberikan 5 gelar.
4. Real Madrid (Spanyol)
Raihan treble winner bersama Inter mengundang ketertarikan klub kaya asal Spanyol, Real Madrid. Dibekali pemain-pemain mentereng, Mou kurang sukses menukangi Real Madrid walaupun ia tetap memberikan 3 gelar yaitu 1 kali juara Liga Spanyol, 1 kali juara Piala Spanyol dan 1 kali juara Piala Super Spanyol. Real Madrid kalah bersaing dari seteru abadinya, Barcelona yang diasuh Pep Guardiola dengan tiki taka nya.

Musim ini Mourinho dipercaya membawa MU untuk menuju kejayaannya seperti di era Sir Alex Perguson. Sebelum Mou, David Moyes dan Louis van Gaal telah dianggap gagal meneruskan tongkat estafet dari Ferguson. Sampai saat ini di musim pertamanya bersama MU, Mou baru berhasil mempersembahkan gelar Piala Liga bagi MU serta tercecer di luar 4 besar Liga Inggris yang mengancam keikutsertaan MU di kompetisi teratas Eropa musim depan. Juara Piala Liga jelas bukan gelar prestisius bagi klub sebesar MU, juga tidak membuktikan seorang Mourinho sebagai The Special One.
Namun pencapaian MU ke partai puncak Liga Eropa, memberikan kesempatan bagi Mou untuk mempertaruhkan julukkannya sebagai The Special One. Jika sukses memberikan gelar ganda bagi MU dengan menjuarai Liga Eropa, Mou bisa tetap menyandang julukkan The Special One, MU juga bisa tetap berpartisipasi di Liga Champions lewat jalur Juara Liga Eropa. Namun jika MU kalah dari Ajak di partai Final Liga Eropa, jelas Mou hanya selevel dengan David Moyes dan Louis van Gaal yang gagal meneruskan kejayaan era Alex Ferguson dan sudah tidak layak menyandang status The Special One, kontraknya pun sebagai manajer MU terancam dicopot.
Menarik untuk disimak, apakah Mourinho masih tetap layak disebut sebagai The Special One? Mari kita saksikan pertaruhan Mou di Final Liga Eropa 2017 yang mempertemukan MU kontra Ajax Amsterdam di Friends Arena, Solna, Swedia, 24 Mei 2017.